Global Notification

Mau Menulis Karya Mu Disini Sendiri? Klik Disini

- Chapter 9 (Lanjutan)

Lihat semua chapter di

Baca cerita ITBM Chapter 9 (Lanjutan) bahasa Indonesia terbaru di Storytelling Indo. Cerita ITBM bahasa Indonesia selalu update di Storytelling Indo. Jangan lupa membaca update cerita lainnya ya. Daftar koleksi cerita Storytelling Indo ada di menu Daftar Cerita.

Part Ke 9


“halo ndra” seorang pengunjung yang baru saja datang menyapaku, aku tau siapa wanita itu, dia masih punya hubungan kerabat dengan bapak.
Dia memang biasa berpenampilan casual dan modis karena pergaulannya di kalangan artis. Dan dia juga pelanggan setia di kafeku ini.
Namanya kak Lin, dia itu manager produksi dan pimpinan tim kreatif di stasiun TV ternama.

“eh, kak Lin” aku menyalaminya

“kenalin ni istriku Siti”

Siti ikut menyalami kak Lin

“maaf ya ndra, kemaren kakak sudah diundang sama bapakmu tapi kakak gak bisa datang karena lagi kerja, habisnya lu sendiri bikin acara dadakan kayak gitu”

“maaf ya kak,…memang mendadak acaranya, nanti indra undang kak Lin acara pesta disini” kataku.

“ohh..bolehlah.”

“kakak mau minuman apa?” tanyaku

“biasa,..coffe latte”

“khusus buat kak Lin, biar indra sendiri yang buat” kataku

Aku lalu pergi ke belakang bar dan membuatkan minuman buat kak Lin, Siti mengikutiku dan kuajarkan cara membuat coffe latte

“gampang kan sayang”

“iya” dia mengangguk, kemudian dia mengambil nampan dan membawa tiga cangkir coffe latte ke meja kak Lin.

“makasih ya siti”

“iya,”

Kak Lin, aku dan istriku duduk di meja sambil ngobrol

“kok bisa sih ndra, kamu nikah dadakan kayak gini?” tanya kak Lin

Aku pun menceritakan kejadiannya pada kak Lin, dan dia seakan masih tidak percaya.

“kakak senang kamu akhirnya punya pendamping hidup, selamat yaa” ucap kak Lin

“makasih kak”

“eh Siti, kamu tu cantik, mau gak kakak ajak buat casting sinetron?” tawar kak Lin

Siti menatapku seperti bertanya padaku

“nanti aja deh kak, masih pengen berduaan dulu.” kataku

“ohh..gitu”

“kak Lin mau nambah lagi kopinya?” tawarku padanya

“udah cukup,…eh ndra, maaf ya kakak gak bawain kado buat kamu, cuma ini aja.”

Kak Lin menyerahkan 2 lembar tiket dan voucher liburan ke Bali

“makasih ya kak” kataku

Setelah ngobrol beberapa menit, kak Lin beranjak pergi

“nanti kalo kamu berubah pikiran atau butuh bantuan, hubungi kakak ya”

“ok” aku mengacungkan jempol pada kak Lin

dan Siti melambaikan tangan pada kak Lin,

“sayang, kamu mau pulang atau disini saja?” tanyaku

“disini saja, mungkin Siti bisa bantu-bantu”

“bantuin apa ya? Jadi waiters mau?”

“mau”

Lalu kuajak istriku mengenakan seragam waiters, dan terlihat dia yang paling cantik diantara para waiters yang lain. Senyumnya yang ramah menyambut para pengunjung dan walaupun ada diantara pengunjung yang menggodanya tapi dia bersikap seperti biasa saja, tidak tergoda.

Hari ini aku pulang cepat jam 12 siang, kasihan dia kalau disuruh kerja lama-lama di kafe.
Sesampainya dirumah dia pun tidak diam saja, pasti ada saja hal-hal yang dikerjakan, paling tidak ibu tidak kerepotan lagi mengurus rumah karena dibantu istriku.
Dan yang membuatku kagum padanya ternyata dia pandai memasak, katanya dulu dia selalu memasak makanan untuk ayahnya karena ibunya meninggal dunia waktu melahirkannya.

Hari berganti hari, kulihat dia semakin di sayang keluargaku, mereka semua merasa senang dengan kehadirannya. Meskipun kami semua tidak tahu asal-usulnya atau apakah ada keluarganya yang masih hidup, tapi tidak jadi masalah, dia perempuan yang baik dan bisa membuat senang semua orang, ditambah lagi dia tidak cerewet seperti ibu dan adikku. Ketika aku disibukkan urusan kerja, dia menawarkan bantuan padaku, ketika aku mengalami masalah, dia selalu menyemangatiku,.senyumannya yang manis mampu membangkitkan semangatku.

Dan aku sangat bahagia menjalani hidupku bersamanya, dia adalah sosok sempurna seorang istri yang ku idam-idamkan.

Bulan berganti bulan, dia semakin meyakinkan diriku kalau aku tidak salah memilih perempuan pendamping hidupku, aku makin bahagia hidup bersamanya, dan tiap bulan, aku mengajaknya pergi bulan madu ke luar kota. Kukatakan padanya kalau aku tak sabar ingin punya anak dan diapun juga berkata demikian.

Setahun sudah kami menikah, dan aku sangat sangat sangat bahagia menjalani hidup bersamanya tapi aku merasakan keanehan dalam diriku, aku jadi merasa cepat lelah dan di rambutku sudah muncul uban yang jumlahnya lumayan banyak. Dan kalau ku ingat-ingat, setiap bulan pasti aku mengalami lemas seperti kurang darah.
Pernah dua kali aku periksakan kondisiku ke dua dokter berbeda, tapi dua-duanya bilang kalau kondisiku normal saja, hanya disuruh minum vitamin dan makan yang bergizi saja. Kalau soal uban bisa ditutupi pakai semir rambut.

Sebulan berikutnya, kesehatanku makin menurun, dan aku jarang masuk kerja, untungnya icha yang sudah lulus SMA bisa membantu Siti mengurus pekerjaanku dan aku lebih banyak istirahat dirumah saja. Tapi kondisiku tidak makin membaik, lalu bapak membawaku berobat ke luar negeri, dan setelah diperiksa dengan berbagai alat canggih, mereka menyimpulkan bahwa aku mengalami penuaan dini.
Sepertinya itu adalah penyakit yang langka, dan memang benar, penampilan fisikku sudah seperti kakek-kakek dengan rambutku yang sudah putih semua, bahkan dibanding bapakku sendiri, aku terlihat lebih tua. Untuk berdiri dan berjalan saja aku sudah kepayahan. Untungnya istriku ini sangat perhatian padaku, dia mengurusi semua keperluanku dan merawatku dengan penuh kasih sayang sampai aku sendiri tidak tega melihatnya, lalu ku katakan padanya

“sayang,..maafkan aku sudah sangat merepotkanmu”

“tak apa tuan, …saya sama sekali tak merasa repot”

“sayang,.. kalau aku meninggal nanti,…carilah laki-laki lain yang baik yang bisa membahagiakanmu”

Mendengar permintaanku, dia menggelengkan kepala, lalu menangis sambil memelukku

“hiks…hiks….tuan adalah jodoh saya, saya tidak akan mencari yang lainnya”

Tangan kananku mengusap airmatanya, pelukannya yang hangat menentramkan diriku, lamaaaa sekali dia memelukku sambil menangis hingga aku pun tertidur.

Tags: baca cerita ITBM Chapter 9 (Lanjutan) bahasa Indonesia, cerpen ITBM Chapter 9 (Lanjutan) bahasa cerpen Indonesia, baca Chapter 9 (Lanjutan) online, Chapter 9 (Lanjutan) baru ceritaku, ITBM Chapter 9 (Lanjutan) chapter, high quality story indonesia, ITBM cerita, cerpen terbaru, storytelling indonesia, , Storytelling

Cerita Lainnya Yang Mungkin Anda Suka

Comments (0)

Sorted by